Thursday, October 23, 2008

Apa pertanyaan kita?


Pertanyaan kita adalah diri kita.
Pertanyaan kita membentangkan jalan kehidupan yang akan kita tempuh. Jalan yang menjadikan kita seperti saat ini.


Apa pertanyaan yang paling sering muncul di benak anda? Perhatikan. Sadari bagaimana pertanyaan itu memandu langkah anda. Lihatlah bagaimana anda berkutat mencari jawaban-jawaban yang lebih memuaskan atas pertanyaan itu. Sayang, semakin anda berkutat maka semakin anda terpengaruh oleh kekuatan pertanyaan itu. Semakin anda dibawah pengaruh pertanyaan itu.
Pertanyaan semacam apa yang paling sering terbayang dalam pikiran anda? Apakah pertanyaan seperti "Siapa yang salah?"? Atau "Apa yang salah"? Rasakan bagaimana pertanyaan itu mempengaruhi anda! Lihatlah bagaimana pertanyaan itu menular, menciptakan pertanyaan-pertanyaan serupa. "Apa yang salah dengan diri saya?" "Apa yang salah di tempat ini?"
Pertanyaan-pertanyaan yang akan membuat kita melahirkan respon-respon yang reaksioner. Tindakan kita tergantung pada tindakan orang lain. Tindakan kita tergantung situasi. Kita terpaku pada situasi yang ada. Terwujudlah relasi kalah-menang. Akibatnya, orang lain pun akan merespon dengan cara yang serupa. Mulailah lingkaran setan menyalahkan terbentuk. Kita gagal melihat alternatif yang berbeda. Kita gagal berpikir kreatif. Masuk dalam kubangan lumpur, kata Marilee Adams, Ph.D.
Lalu bagaimana? Gampang banget!
Sadari ketika ada pertanyaan menyalahkan muncul dibenak anda. Ubah pertanyaan anda! Ya! Ubahlah pertanyaan anda!
Ajukan pertanyan semacam "Apa yang terjadi?" "Apa yang berguna saat ini?" "Apa yang sebenarnya saya harapkan?" Rasakan bagaimana pertanyaan itu mengarahkan diri anda! Ikuti kemana pertanyaan itu membawa diri anda! Pertanyaan-pertanyaan ini akan membuat kita kembali fokus pada harapan kita, bukan fokus pada kesalahan atau persoalan.
Apabila bersedia hanyut, anda akan memasuki pertanyaan-pertanyaan "Apa yang dapat saya pelajari?" "Apa yang dirasakan, dipikirkan, dibutuhkan dan diinginkan orang lain?" "Apa tanggung jawab saya dalam situasi ini?" Biarkan pertanyaan ini membumbungkan anda ke angkasa, ke tempat yang membuat anda bisa menyaksikan keseluruhan konteks persoalan yang anda hadapi. Suatu posisi yang membuat anda leluasa memandang, melihat seluruh sisi, melihat sudut-sudut paling jauh sekalipun.
Tetaplah terbang diangkasa. Ajukan kepada diri sendiri pertanyaan, "Apa saja yang mungkin terjadi?" "Apa pilihan-pilihan yang ada bagi saya?" "Apa yang terbaik dilakukan saat ini?". Lihatlah semua jalur yang mungkin dilewati. Lihatlah jalan setapak yang jarang dilalui. Tentukan jalan terbaik yang tersedia pada saat itu.
Semoga berguna!

No comments:

Post a Comment