….seluruh alam semesta ini….hidup dan sedang menari bersama kait-mengkait dalam irama abadi… Franciscus Welirang dalam Visi Baru Kehidupan (2001)
Manusia adalah mahluk kebiasaan. Coba ingat kembali. Apa yang kita lakukan seharian ini. Mana yang lebih banyak, perilaku kita yang berdasarkan kebiasaan atau berdasarkan kreativitas? Perilaku berulang atau perilaku baru yang orisinil?
Manusia adalah mahluk kebiasaan. Coba ingat kembali. Apa yang kita lakukan seharian ini. Mana yang lebih banyak, perilaku kita yang berdasarkan kebiasaan atau berdasarkan kreativitas? Perilaku berulang atau perilaku baru yang orisinil?
Hampir sebagian besar dari kehidupan kita berada pada wilayan nyaman. Wajar sebagai sebuah mekanisme bertahan hidup. Tapi ada kalanya kita perlu keluar dari wilayah nyaman untuk masuk ke wilayah belajar. Mari kita coba satu hal kecil.
Lihatlah disekitar anda. Apa benda kecil yang menarik perhatian? Apapun…Saat ini didepan saya, yang menarik adalah setumpuk brosur yang tenang tergeletak di atas meja. Tenang? Diam? Pastilah. Namanya juga setumpuk brosur. Kalau tidak ada yang menggerakkan, ya pasti diam, pasti tenang. Ini adalah hasil penglihatan kita ketika kita berada pada wilayah nyaman. Mari kita bergerak lebih mendekat, lebih menukik.
Apa sebenarnya yang sedang terjadi di dalam sebuah brosur? Apa yang menyusun brosur tersebut? Ketika kita menukik, ternyata kita akan melihat tarian atom dan molekul. Tarian yang ciamik. Ternyata bergerak. Tidak diam seperti yang kita sangkakan. Tapi kok menari? Iya, atom dan molekul dalam brosur itu bergerak mengikuti ritme tertentu.
Percayakah anda?
Coba sekarang kita mengambil jarak dari brosur atau benda apapun yang memikat anda. Ambil jarak. Terus menjauh. Terus. Sampai kita dapat membayangkan melihat brosur itu dari sisi bulan. Kira-kira apa yang kita lihat? Masih diamkan brosur tersebut? Atau sudah asyik menari bersama bumi?
Wow….! Ternyata semesta pun menari. Benar juga kata Francis Welirang….

No comments:
Post a Comment